REPUTASI ATAU KARAKTER ?  

Posted by rsagala in

Kata “reputasi” dan kata “karakter” adalah merupakan dua kata yang selalu dicari dan diidam-idamkan oleh banyak orang. Setiap orang ingin memiliki reputasi yang baik dan karakter yang terpuji.

Reputasi dan karakter adalah merupukan kata yang sulit dibedakan bagi sebagian orang. Untuk sebagian orang, reputasi dan karakter nyaris tidak memiliki perbedaan dan jika ada perbedaan diantaranya, mungkin perbedaan itu hanya bagaikan garis atau benang yang sangat tipis.

Ayat yang menjadi renungan kita saat ini saya angkat dari Kitab 1 Samuel 16:7, “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ayat Alkitab di atas adalah merupakan suatu peristiwa dimana Tuhan mengutus nabi Samuel untuk mencari pengganti Saul, raja Israel yang pertama itu. Urutan demi urutan dari anak-anak Isai telah diperkenalkan kepada Samuel, tapi tak satupun yang layak untuk menggantikan kedudukan Saul sebagai raja. Tuhan berkata kepada nabi Samuel, “jangan pandang parasnya . . . Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah…” Sampai akhirnya tiba kepada Daud, salah seorang anak Isai yang dianggap masih ”bau kencur,” ”tidak berpengalaman, dan hanya seorang gembala,” yang dianggap hanya sebagai ”anak bawang.” Tetapi akhirnya justru Daudlah yang kemudian dianggap Tuhan paling pantas untuk menggantikan Saul menjadi raja Israel. Bahkan catatan Alkitab menyebutkan bahwa Daud, adalah merupakan seorang raja Israel yang besar diantara raja-raja Israel yang pernah ada.

A. Beda Reputasi dan Karakter

Sebagian besar orang merasa tidak ada perbedaan yang signifikan antara reputasi dan karakter, tetapi ternyata ada perbedaan yang sangat besar diantara keduanya. William Hersey Davis menyebutkan perbedaan itu dengan baik sekali.

Berikut ini adalah merupakan perbedaan antara reputasi dan karakter:

Reputasi


Karakter

Lingkungan dimana anda tinggal menentukan reputasi anda

Kebenaran yang anda yakini menentukan karakter anda

Reputasi mengharapkan anda mau jadi seperti apa

Karakter adalah siapa anda sebenarnya

Reputasi adalah foto


Karakter adalah wajah

Reputasi datangnya dari luar

Karakter bertumbuh dari dalam

Reputasi adalah apa yang anda punyai bilamana anda datang ke dalam satu komunitas yang baru

Karakter adalah apa yang anda miliki pada saat anda pergi

Reputasi anda dipelajari dalam hitungan jam

Karakter anda tidak bersinar dalam ukuran waktu satu tahun

Reputasi dibentuk dalam sesaat

Karakter dibangun seumur hidup

Reputasi tumbuh bagaikan jamur

Karakter tumbuh bagaikan pohon ek

Satu lembar koran memberikan laporan mengenai reputasi anda

Kerja keras seumur hidup memberitahukan karakter anda

Reputasi membuat anda kaya atau miskin

Karakter membuat anda bahagia atau menderita

Reputasi adalah apa yang orang lain katakan tentang anda pada batu nisan anda

Karakter adalah apa yang dikatakan oleh para malaikat tentang anda di hadapan Tuhan.

Kita biasanya lebih terkesima melihat reputasi atau nama baik, bahkan penampilan seseorang, daripada melihat karakternya yang sebenarnya. Akibatnya penilaian kitapun menjadi berat sebelah dan bahkan salah!

Salah satu ajang pencarian bakat di tv yang sering sekali ditonton oleh banyak pemirsa adalah American Idol (AI). Saya sangat tertarik melihat penampilan salah seorang peserta AI yang bernama David Archuleta. Dari sejak awal musim kompetisi AI yang ketujuh itu saya sangat menjagokannya untuk menjadi the next American Idol. Semua ketertarikan saya padanya hanya oleh karena ”penampakan luar saja.”

Jika manusia lebih cenderung melihat reputasi (apa yang nampak), maka Tuhan lebih melihat karakter (apa yang tidak nampak). (lihat 1 Sam 16:7 diatas).

Oleh karena manusia begitu mementingkan reputasi dibanding dengan karakater, maka tidak heran sering sekali manusia menggunakan ”topeng,” bahkan berusaha untuk memakainya kemana saja dia pergi, tanpa menggubris ajakan Ariel Peter Pan, ”tapi buka dulu topengmu.”

Beberapa topeng yang sering sekali digunakan oleh manusia adalah: Topeng Kepemilikan, Topeng Intelektualitas, Topeng Sosial, Topeng Moral, Topeng Impresif (yang biasanya sering diperankan oleh para Aktor/Aktris), Topeng Jabatan, Topeng Seksualitas dan berbagai macam topeng-topeng lainnya yang kesemuanya bertujuan hanya untuk menjaga imej dan reputasi.

Allah tidak menginginkan kita untuk menggunakan ”topeng.” Dia mau agar kita hidup sesuai dengan firman-Nya dan hidup dengan memiliki karakter seorang Kristen sejati. Ellen G. White mengajak kita agar hidup benar. Dia menulis, ” Be true to yourself and true to your God, and you will have the favor of God, which is of more value than life itself.” (Letters to Young Lovers, 1983:77,1)

Allah menginginkan umat-umat-Nya untuk memiliki integritas. Dia mau agar kita hidup sempurna (Matius 5:48). Allah mau agar tidak hanya sekedar memiliki reputasi yang baik, tetapi lebih jauh dari itu Dia mengharapkan kita punya karakter yang mulia.

B. Mau Pilih Yang Mana? Reputasi atau Karakter?

Jika saja kepada kita diminta untuk memilih dari antara dua kata ini, yakni reputasi dan karakter, manakah yang anda pilih? Manakah yang paling berharga untuk dimiliki? Apakah reputasi atau karakter?

Menurut saya, orang yang memiliki reputasi yang baik belum tentu memiliki karakter yang baik. Tetapi orang yang yang memiliki karakter yang baik sudah pasti memiliki reputasi yang baik. Memang idealnya sebagai seorang Kristen kita harus memiliki keduanya, yakni karakter yang baik dan saat yang sama reputasi yang baik. Tetapi bagi saya pribadi, sekiranya disuruh untuk memilih salah satu saja diantara keduanya, maka saya akan memilih karakter daripada reputasi.

C. Yusuf Lebih Memilih Karakter dari pada Reputasi

Di antara anak-anak Yakub, hanya Yusuflah yang benar-benar seorang yang baik, sementara saudara-saudaranya dan anak-anak dari selir bapaknya adalah jahat. Mereka itu merupakan satu gang. Malah dua dari antara mereka adalah pembunuh. Untuk beberapa generasi keluarga Yakub ini memiliki reputasi yang jelek. Ketidaksetiaan, perzinahan, dusta, memiliki ilah lain, menipu, melakukan dosa-dosa sex, hubungan sex antara saudara, dan saudara bisa menyebutkan beberapa lagi kejahatan dari keluarga ini. Kemungkinan satu-satunya hukum yang tidak mereka langgar adalah hukum hari Sabat.

Keluarga Yusuf bukanlah merupakan keluarga yang baik. Namunpun demikian Allah telah memilih Yusuf dari antara anggota keluarga yang berantakan ini untuk menyelamatkan umat-umatNya.

Sebenarnya Yusuf punya banyak alasan untuk meneruskan lingkaran kebobrokan rumah tangganya itu. Contoh sehari-hari yang dilihatnya di rumahnya hanyalah kejahatan belaka. Dia telah terlatih untuk melakukan kesalahan. Tetapi Yusuf dapat bangkit dari keadaan itu dengan cara memberi dirinya bagi Kristus. Yusuf tidak hanya sekedar concern kepada ”reputasi” tetapi dia menyadari akan pentingnya membangun ”karakter.”

Pada saat Yusuf dengan liciknya dituduh oleh isteri Potifar dan ia dimasukkan ke dalam penjara, bisa jadi orang berfikir bahwa "reputasi” Yusuf sudah hancur, sebab dia harus menghabiskan waktunya kurang lebih 12 tahun di dalam penjara. Tetapi yang jelas Alkitab menyatakan bahwa ”karakter Yusuf tetap kuat!” Bahkan dalam penjara, ia tidak menderita, dia juga tidak berusaha untuk mencari jalan untuk membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakitinya. Yusuf sadar waktunya akan tiba, bahwa karakter yang baik itu akan muncul pada waktunya dan hal itu tidak akan dapat dibendung.

Benar, apabila waktunya sudah tiba, karakter Yusufpun bersinar dan Alkitab menyebutkan bahwa Yusuf akhirnya menjadi orang nomor 2 yang berkuasa di Mesir.
Saudara, reputasi akan datang dan pergi, tetapi kakrakter akan tetap bertahan meskipun dihempas oleh angin topan kesusahan dan berbagai jenis gossip.

Oleh sebab itu berusalah untuk membangun karakter mulai dari saat ini. Jangan puas hanya memiliki reputasi yang baik, tetapi berusahalah untuk membangun karakter yang mulia. Sebab, ternyata anda tidak akan pernah menyesal untuk memilikinya.

Orang Kristen Yang Seimbang  

Posted by rsagala in

I. PENDAHULUAN:

PENTINGNYA KESEIMBANGAN: Tahukah saudara bahwa rata-rata setiap 10 menit di Amerika hampir 200 orang secara tiba-tiba mengalami kelumpuhan, hal ini adalah merupakan jumlah yang sangat besar. Dan apakah saudara tahu apa yang menjadi penyebab kelumpuhan itu? Kelumpuhan itu terjadi bukan oleh karena kecelakaan yang diakibatkan oleh sarana pengangkutan, bukan pula terjadi oleh karena orang-orang yang membawa kenderaan keluar dari jalur jalan yang sebenarnya.

Saudara, menurut The Universal Almanac, edisi 1990, pada bagian Kesehatan dan Obat-obat Kedokteran, dalam judul "Kecelakaan" halaman 226-227 bahwa, rumah dua kali lipat lebih berbahaya, dari sarana pengangkutan yang menyebabkan kecelakaan di jalan-jalan raya.

Menurut The Universal Almanac, edisi 1990, " halaman 226-227 itu, penjahat yang besar di rumah kita yang menyebakan ”kelumpuhan” atau kecelakaan bukanlah gergaji mesin, bukan pula mesin pemotong rumput. Penyebab bahaya yang paling buruk di dalam rumah adalah ... tangga rumah, cara kita melangkah. Orang-Orang yang hilang keseimbangannya akan jatuh dan akhirnya mereka akan menjadi lumpuh.

Kurangnya keseimbangan sifatnya sangat kritis. Dan kurangnya keseimbangan dalam hal rohani lebih super-kritis lagi. Jika kita dicemaskan oleh tangga rumah yang ada di rumah, maka kita seharusnya akan merasa lebih cemas lagi terhadap kehidupan kerohanian kita, atau paling tidak kita harus berusaha untuk menjaga keseimbangan kerohanian kita. Janganlah sampai kehilangan keseimbangan kerohanian. Saudara pembaca, kita akan dapat kehilangan keseimbangan kerohanian kita jika kita berhenti memandang kepada Yesus. Dan apabila hal ini terjadi, maka pada saat itu juga. kita akan mulai jatuh.

Mari kita membuka Alkitab kita dalam Amsal Solaiman 4: 25--27:

Ayat 25 - Biarlah matamu memandang terus ke depan, dan tatapan matamu tetap ke muka.
Ayat 26 - Tempuhlah jalan yang rata, dan hendaklah tetap segala jalanmu.
Ayat 27 - Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kaki mu dari kejahatan

Ayat ini adalah merupakan suatu nasihat yang baik dan kita harus tetap berada pada pusat nasehat itu. Jangan menjauh dari inti kebenaran yang ada di dalamnya. Sebab jurang atau bahaya selalu siap sedia menunggu di sebelah menyebelah jalan, untuk menelan orang-orang Kristen dalam perjalanan mereka menuju ke surga.

II. ISI:

Saya ingin masing-masing kita memperhatikan beberapa amaran dalam tulisan ini, karena saya sangat merasa yakin bahwa kita sedang berada pada hari-hari terakhir sejarah dunia ini. Saya sangat yakin bahwa Tuhan akan segera datang. Mari kita perhatikan beberapa Amaran Alkitab pada hari-hari terakhir pada zaman kita ini:


1. HATI-HATI TERHADAP ADANYA PENIPUAN
Dalam Matius 24:24 "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga."
Yesus memperingatkan kita bahwa pada hari-hari terakhir hanya beberapa saat sebelum kedatangan Yesus akan ada penipuan besar. Penipuan ini akan sangat berkuasa sehingga jika mungkin bahkan orang-orang pilihan Allah juga akan ditipu.
Jadi pada hari-hari terakhir akan ada penipuan yang besar.

2. HINDARI SIFAT FANATISME

Pemikiran terhadap adanya penipuan menjelang kedatangan Yesus, diperbesar dalam buku Roh Nubuat Selected Messegas, Vol 2 hal 16, Ellen White berkata "FANATISME akan muncul di tengah-tengah kita. Penipuan akan datang, dan ....jika mungkin mereka akan menyesatkan umat-umat pilihan." Saudara, pernyataan Ellen White dalam tulisan Roh Nubuat ini hampir persis sama kata demi kata dengan apa yang terdapat di dalam Matius 24:24. Kecuali, dalam tulisan Roh Nubuat ini ditambahkan satu kata yaitu "Fanatisme."

Fanatisme! telah ada sejak dari awal pergerakan gereja Advent, dan hal itu akan ada lagi pada bagian akhir sejarah gereja Advent. Baru saja setelah kekecewaan yang besar yang terjadi pada 22 October tahun 1844 ada lebih 40 wilayah di Amerika Serikat di mana para pemimpin gereja Advent yang mula-mula itu harus berhadapan dengan sikap fanatisme. Ellen G. White menulis, "Kepada saya telah diberitahukan bahwa FANATISME .... akan muncul kembali di antara kita pada saat penutupan pekabaran itu. (Selected Messages, Vol 1, halaman 221)

Pada awal-awal sejarah gereja Advent, fanatisme telah ada dan hal itu tetap ada bahkan akan muncul lagi. Yesus juga berkata dalam Matius 24, orang-orang akan ditipu, bahkan jika mungkin juga orang-orang pilihan akan ditipu, dan saya yakin bahwa yang paling menipu adalah sikap "fanatisme"

Apakah saudara seorang yang fanatik? Pernahkah saudara bertemu dengan seorang yang fanatik? Cobalah pikirkan mengenai seseorang yang saudara anggap merupakan seorang yang fanatik. Dapatkah saudara bayangkan paling sedikit satu orang yang fanatik? Saya yakin kita dapat membayangkan sedikitnya seorang yang fanatik. Perhatikan, apakah mereka itu seimbang? Apakah mereka berada di dalam Yesus? Atau apakah mereka itu keluar dari jalur yang benar dan berada di jalur yang salah? Apakah saudara tahu siapa orang fanatik itu? Seorang fanatik umumnya ialah bagaikan seorang yang membawa suatu” chip raksasa” yang berat diatas bahunya, yang menyebabkan dia hilang keseimbangan dan jatuh. Seorang fanatik adalah seseorang yang tidak bisa berubah pendapatnya dan ia akan tetap pada pandangannya.

Saya benar-benar yakin bahwa orang-orang Kristen seharusnya tidak berjalan di posisi kiri atau di posisi kanan. Kedua-duanya hal ini adalah ekstrim dan salah. Kitab Ulangan 5 adalah merupakan daftar Sepuluh Hukum Allah. Dan setelah catatan mengenai Sepuluh Hukum Allah itu diberikan, saudara kemudian dapat membaca peringatan Tuhan, petunjuk Tuhan! Tuhan berkata dalam Ulangan 5: 32: " Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Ia memperingatkan kita untuk tetap tinggal pada pertengahan. Satu-Satunya cara untuk tetap berada pada tengah-tengah garis keselamatan, ialah tinggal di dalam Yesus. Yesus Kristus adalah pusat dari pekabaran kita. Yesus adalah JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP. Janganlah berusaha untuk ke luar baik ke kiri ataupun ke kanan.

Izinkanlah saya untuk menceritakan suatu pengalaman yang benar-benar terjadi. Seorang Pendeta Advent suatu kali membaptiskan seorang ibu, nampaknya ibu ini sangat ingin untuk mengikuti apa yang Tuhan inginkan. Dia membaca nasehat dari buku Petunjuk Diet dan Makanan Anda. Dia dan suaminya sebelum dibaptiskan, telah memakan daging sepanjang hidup mereka. Kemudian setelah dibaptis dia menolak untuk memasak segala jenis daging. Dia mulai menghindari penggunaan susu, telor dan keju. Suatu kali dia mengambil kampak dan kemudian merusak TVnya! Kemudian dia mulai memakai pakaian-pakaian yang gelap. Dia mempertahankan hidupnya hanya dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan dan bumbu-bumbu atau herbs. Suatu kali pendeta yang membaptiskannya pergi ke rumahnya dan Pendeta itu melihat bahwa di dapurnya sedikitnya pendeta itu menemukan 50 atau 60 botol berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan bumbu, mineral yang berbeda , vitamins, yang dia gunakan untuk kesehatannya.

Beberapa orang anggota gereja berbicara dengannya. Tenang! Jangan bersikap fanatik. Hal yang berikutnya yang dilakukannya ialah membaca semua ke sembilan (9) volume buku Testimonies for the Church sampai tuntas. Dia melakukan sedikit hal lainnya, serta membaca dan mendengarkan kaset. Setelah beberapa bulan kemudian diapun akhirnya jatuh sakit. Dia menjadi pucat dan kemudian menderita anemia. Kemudian Suaminya meninggalkannya. Akhirnya diapun tidak lagi datang ke gereja, karena dia merasa terlalu banyak dosa di dalam gereja. Diapun kemudian menjadi tukang kritik dan saat ini ibu itu sudah murtad. Saudara, dimanakah letak kesalahan ibu itu? Dia menjadi seorang yang fanatik. Dia membelok dari jalur yang membawa dia kepada hidup. Dia meninggalkan pusat pekabaran itu. Seorang fanatik adalah seseorang yang berusaha untuk menggandakan usahanya setelah ia tidak dapat melihat tujuan yang sebenarnya.

Kisah 19:32 "Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul." Seorang yang fanatik melupakan inti dari pekabaran itu.

Saudara pembaca yang terkasih, kita harus tetap berpegang kepada inti atau pusat atau jantung dari pekabaran itu dan tidak keluar kepada hal-hal yang lainnya. Pusat, jantung dan inti dari pekabaran kita adalah YESUS KRISTUS.

Saudara, saya akan coba menggambarkan:

Ada tiga pilihan kita sehubungan dengan kesehatan:

Pertama, Lupakan kesehatan. Makan semua yang saudara inginkan. Jangan olah raga. Merokok, dan minum-minum. Mati.

Kedua, Jadilah seorang yang fanatik dalam kesehatan. Mengkonsumsi hanya pil yang alami. PIL Alami??? Apakah yang saudara maksud dengan pil alami? Pada saat saudara jalan pagi apakah saudara melihat ada pil alami yang tumbuh di sepanjang jalan yang saudara lalui? Apakah ada "Pohon Pil" yang tumbuh dan berkembang di pekaranganmu?

Ketiga, Makanlah secukupnya makanan yang baik dan secara total tidak menggunakan dan mengkonsumsi semua yang berbahaya. Berolah raga, tidur dengan baik, dan percaya kepada Yesus.

Matius 7:13 "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya. Ayat 14 "karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Sangat kasihan bahwa semakin banyak saja orang yang tidak dapat melewati jalan yang lurus dan yang sempit itu tanpa menjadi BERPANDANGAN PICIK Dan kaku! Bahwa mereka sering kali menjadi fanatik. Seorang fanatik berpegang teguh kepada senapangnya bahkan ketika senapang itu tidak memiliki peluru. Orang fanatik ialah tipe orang dengan satu gagasan saja, Orang seperti itu adalah orang yang menjadikan manusia sebagai tema dan mereka sudah melupakan bahwa tema yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus.

Orang-orang "gagasan tunggal" ini adalah orang-orang yang mempunyai satu tema favorit, mereka berkonsentrasi hanya bagaimana caranya mereka dapat memperkembang pikiran-pikiran mereka yang sudah tidak seimbang." Mereka itu bagaikan mesin di mana hanya satu pasang roda saja yang bekerja pada waktu yang sama. Sementara roda yang lainnya berkarat oleh karena tidak bergerak, yang lainnya sedang memakai dari penggunaan tetap." 3T35
Contoh dari ketidak seimbangan lainnya: mengenai TV --- penggunaan TV yang tidak terkendalikan lebih buruk bila dibandingkan dengan seekor ular berbisa yang dilepaskan pada permadani kamar tamu di rumahmu.

Jika saudara adalah tipe orang yang berhaluan “kanan,” saudara akan mengambil kampak untuk menghancurkan TV itu. Jika saudara adalah seorang yang beraliran “kiri,” maka saudara akan pergi ke toko TV kemudian membeli parabola, mendaftar untuk mendapatkan siaran “indovision,” dan kemudian saudara akan duduk dan menonton MTV, mengamati HBO, dan akhirnya saudara akan menonton DOSA. Pertanyaan, Apakah ada posisi pertengahan? Jawabnya, Ya.

Posisi pertengahan ialah dengan cara mengadakan pengendalian yang baik terhadap acara-acara TV. Pengendalian terhadap TV dapat memberikan suatu hal yang positif dalam bidang AGAMA, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN. Saudara, ada berapa banyak orang yang menyaksikan acara Net 98 melalui TV?

Ada acara-acara yang baik seperti Discovery Channel, History Channel, 3 ABN, Hope TV, berita, dan acara-acara lainnya.

Saudara pembaca, Kita sedang hidup pada saat-saat terakhir sejarah dunia. Sudah waktunya bagi orang-orang yang benar-benar, umat Tuhan untuk memperhatikan jalan yang sedang mereka tempuh. Alkitab adalah sebagai Peta perjalanan kita. Apakah saudara sedang berada pada jalan yang memimpin kepada kehidupan? Apakah jalan saudara lurus atau jalan yang sempit. Periksalah peta itu.

Saudara, setelah Tuhan memberikan hukum-hukumNya, di dalam Yoshua 1: 7 Tuhan berpesan: "Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi." Ayat 8 "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Torat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." ALKITAB ini adalah merupakan kunci ke sukses.

Pada saat-saat terakhir seperti sekarang ini orang-orang sedang hidup naik turun. Tuhan berkata jika saudara ingin sukses saudara harus menjadi seorang Kristen yang seimbang. Jangan berjalan menyimpang atau menjauh dari firman Allah atau saudara akan jatuh dan mengalami keruntuhan (kehancuran) rohani.

Hindarilah segala sesuatu yang berbau EKSTRIM! Misalnya dalam hal bekerja, hindari untuk menjadi orang yang gila kerja yang biasa dikenal dengan istilah work-a-holic- atau- sebaliknya menjadi orang yang malas dan tidak mau bekerja. Dalam soal berpakaian, hindari sikap ekstrim seperti memakai pakaian yang pendek, ketat (modesty) atau sebaliknya OVERMODESTY yakni berusaha untuk memakai pakaian serba tertutup, menggunakan sarung tangan, dan memakai gaun yang berusaha untuk menutupi seluruh bagian tubuh mulai dari kaki hingga kepala.

EKSTRIM dalam penggunaan air!---- Seseorang telah meninggal dunia oleh karena terlalu banyak minum air-- 3 galon setiap hari! Sementara ada orang yang berusaha hanya menghisap air, menyaringnya, mensterilkannya, dan hampir di keringkan sampai hanya sedikit sekali menggunakan air bahkan tidak menggunakannya sama sekali
Saudara pembaca, ada juga ditemukan EKSTRIM di dalam GEREJA, misalnya,

Pertama, Acara kebaktian yang sifatnya perayaan atau lebih dikenal dengan istilah "Celebration," dimana di dalam gereja ditemukan drum, canang, dan amplifier dan terompet, gitar, keyboard, dll persis seperti band. Dimana orang-orang akan menari dengan mengangkat tangan mereka keatas, bagaikan orang-orang yang sedang latihan aerobics. Kemudian ada seorang pendeta yang lebih menyerupai seorang pelawak atau pembawa acara akan melayani dalam acara kebaktian dan kemudian dia membawa jemaat yang hadir bergembira, dan dengan baik dia berhasil membawa drama dan leluconnya di gereja.

Kedua, Acara kebaktian gereja yang mirip dengan ruangan pemakaman atau lebih dikenal dengan istilah ”FUNERAL PARLOR” church. Pada acara kebaktian di gereja model ini semua orang harus berusaha untuk tepat waktu, semua orang bagaikan seorang Farisi yang legalis, duduk dengan rapi sesuai dengan aturan, dan setiap anak berusaha untuk ditutupi mulutnya untuk menghindari ketidaksopanan. Suatu kebaktian yang sangat dingin, kaku dan sangat membosankan.

Amaran bagi kita yang hidup di akhir zaman ini, ialah bahwa Surga akan diisi oleh orang-orang seimbang, bukan orang-orang yang fanatik. "Ketika akhir semakin dekat, musuh akan bekerja dengan seluruh tenaganya untuk membawa masuk FANATISME di antara kita." Gospel Workers, halaman 316.

III. KESIMPULAN:

Saudara, mudah sekali bagi kita untuk menjadi orang Kristen yang tidak seimbang, tetapi apakah saudara tahu apa akibatnya? Apakah saudara pernah mengemudi sepanjang jalan raya dengan satu ban yang tidak seimbang? Sedikit saja terjadi ketidak seimbangan pada ban mobil saudara, maka hal itu akan dapat mengakibatkan kecelakaan. Ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dikeluarkan oleh orang-orang setiap harinya hanya untuk menjaga agar ban mobil mereka dalam keadaan yang seimbang.

Marilah kita tetap berusaha untuk menjaga keseimbangan kita. Serahkanlah hatimu kepada Yesus, maka keseimbanganpun akan terjadi di dalam hidup saudara. Tetaplah tinggal di dalam inti atau pusat dari pekabaran itu. Lebih jauh saudara ke luar dari pusat pekabaran itu maka lebih mudah pulalah saudara menjadi tidak seimbang dan akhirnya terjatuh.

PERINGATAN

1 Timoteus 4:1 "Pada waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan." Jika saudara menyimpang dari pusat pengajaran Yesus, maka saudara akan segera mengikuti ajaran-ajaran fanatik setan.

Beberapa Agama cenderung untuk menghasilkan orang-orang yang fanatik. Seorang pemimpin Islam menciptakan suatu kerugian yang mendunia dalam kaitannya dengan kepercayaannya yang bersifat ekstrim. Islam menaklukkan Mesir dan terus sampai menguasai Perpustakaan Alexandria yang besar yang di dalamnya terdapat 700,000 volume buku. Omar, seorang pemimpin Islam berkata "Apakah buku ini sesuai kepada QURAN atau tidak. Jika buku-buku ini sesuai dengan Quran, mereka tidak diperlukan. Jika buku-uku ini tidak sesuai dengan Quran, maka pasti buku-buku berbahaya. Oleh karena itu musnahkan saja buku-buku ini. Begitulah semua ke 700,000 volume naskah atau buku-buku yang nilainya tidak dapat digantikan itu dimusnahkan untuk selamanaya.

Pendeta harus seimbang. Yeremia

3:15

berkata "Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku, mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian" Rekan-rekan pendeta kita tidak memerlukan Injil sosial (social gospel), kita tidak memerlukan khotbah tentang hal-hal duniawi: Kita perlu untuk mengkhotbahkan khotbah-khotbah yang akan membantu agar gereja kita tetap berada pada jalan yang sempit. Dan jalan yang sempit itu ialah Yesus Kristus, dan itu sajalah jalan yang akan memimpin gereja ini kepada hidup yang kekal.

Pendeta perlu untuk mengkotbahkan Yesus dalam keindahanNya yang lengkap dan seimbang, dengan pengetahuan benar dan pemahaman benar. Kita seharusnya menjadikan Kristus sebagai pusat. Sekali lagi yang menjadi pusat dalam khotbah-khotbah kita haruslah Yesus.

Saudara pembaca yang saya kasihi di dalam Kristus, tujuan saya dalam mempersiapkan artikel rohani ini ialah untuk menjadikan Kristus ada dalam diri kita masing-masing. Agar Kristus sajalah yang bersinar dari dalam diri kita; agar Kristus berada di depan, di dalam, di belakang, di bawah, dan di atas kita masing-masing. Agar Kristus berada pada tangan kanan, pada tangan kiri; Di di dalam hati, dan agar Kristus sajalah yang menjadi Juru Selamat saudara dan saya. Secara pribadi saya bertujuan agar Kristus berada di dalam rumah ku, didalam mobilku, dan di dalam tempat aku bekerja.

Kristus berada di dalam hati kita masing-masing yang rindu untuk masuk dalam kerajaan Surga. Kristuslah yang ada di dalam mulutku saat aku berbicara, Kristuslah yang ada dalam mata sehingga kita dapat melihat seperti Kristus melihat. Singkatnya, saya rindu agar Kristuslah segalanya, bagi masing-masing kita! Kristus yang menjadi pusat dari setiap khotbah.

Saudara pembaca, rute perjalanan ke surga sangat sempit, dan kita harus menjalaninya langsung, tanpa membelok ke kiri dan ke kanan. Bilamana kita membelok ke kiri dan bersikap liberal itu akan membuat kita menjadi hilang. Bilamana kita membelok kanan dan menjadi orang yang fanatik serta bersikap ekstrim, maka itu berarti surga bukan lagi menjadi tujuan kita.
Kita perlu untuk menjadi orang Kristen yang teguh dan bukan menjadi orang Kristen yang mengambil posisi kiri, atau posisi kanan. Tetapi kita harus menjadi orang Kristen yang seimbang yang selalu memusatkan perhatian kita kepada Kristus, sebab hanya DIA sajalah jalan yang akan membawa kita kedalam kehidupan yang kekal.

PERLENGKAPAN DARI ALLAH  

Posted by rsagala in


I. Pendahuluan:

Surat kepada jemaat Efesus, adalah merupakan salah satu dari 14 surat yang telah ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat Kristen yang mula-mula yang termasuk pada kanonisasi Alkitab. Surat Efesus ditulis dari kota Roma oleh Rasul Paulus pada sekitar tahun 61-63 Masehi. Sewaktu menulis surat Efesus, Rasul Paulus sedang berada dalam penjara Roma. Sesuai dengan nama surat itu, surat Efesus itu dituliskan untuk orang-orang Kristen Efesus yang anggota-anggota jemaatnya terdiri dari orang Kristen yang memiliki latar belakang agama Yudaisme dan juga orang Kristen yang memiliki latar belakang kekafiran, orang-orang yang berasal dari ras Asia, Eropah, para hamba dan orang-orang yang merdeka. Tema utama surat Efesus ini ialah “Kesatuan dalam Kristus.”

Dalam salah satu bagian dari surat Efesus, tepatnya dalam Efesus 6:10-20, yaitu bagian yang menjadi artikel rohani kita saat ini, Rasul Paulus menulis tentang :Perlengkapan dari Allah. Bagian ini mengingatkan kita yakni orang-orang Kristen yang hidup pada abad ke 21 ini, bahwa kita sedang hidup dalam dunia yang setiap saat berhadapan dengan pertempuran iman dan rohani. Dimanapun kita berada, dalam waktu kapanpun dan dalam saat bagaimanapun, kita harus siaga dengan perlengkapan dari Allah, sebab iblis selalu siap sedia untuk memerangi kita, sebab ia selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk merongrong iman kita dan menjadikan kita sebagai pengikutnya.

Sebagai seorang Kristen, kita adalah merupakan tentara Allah. Setiap saat kita berperang melawan musuh kita yang kekuatannya sungguh sangat luar biasa. Untuk menghadapinya tidak bisa tidak, kita harus menggunakan perlengkapan Allah, jika kita mau menang dalam pertempuran itu.

Rasul Paulus dalam surat Efesus 6:10-20 menyinggung tentang hubungan kita dengan: (1) sesama orang Kristen, (2) dunia luar, (3) rekan sekerja, (4) pimpinan kita, (5) bagaimana kita harus hidup diantara orang-orang yang tidak se-iman dan (6) bagaimana kita harus menghadapi kekuatan si jahat.

II. Isi:

Saat ini kita hidup di tengah-tengah dunia yang sangat jahat, sehingga kita sangat memerlukan perlengkapan dari Allah. Ayat yang kita dalami saat ini menjelaskan bagaimana sikap kita sebagai seorang Kristen harus hidup di tengah-tengah dunia yang bukan Kristen. Efesus 3:13 ”Sebab itu ambillah seluruh perlengakapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari, yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.”

Biasanya kita akan merasa senang dan aman bila berada di tengah-tengah orang yang satu iman dengan kita. Kita dapat berkumpul bersama, berbagi rasa suka dan duka, berdoa bersama, belajar firman Tuhan bersama-sama, ke gereja untuk mengikuti kebaktian secara bersama-sama, mengadakan retreat dan perkemahan secara bersama-sama. Ayat kita saat ini mengingatkan kita bahwa tidak selamanya kita hidup bersama-sama dengan saudara-saudara kita se-iman. Adakalanya kita bergaul dengan orang-orang yang tidak se-iman dengan kita, malah dengan orang-orang yang secara terang-terangan tidak mengakui adanya Tuhan.

Kita bergaul dan bersahabat dengan orang-orang yang tidak se-iman dengan kita, kita berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak se-iman dengan kita, kita berada di tempat kerja dan bergaul dengan rekan sekerja yang tidak selamanya se-iman dengan kita. Semuanya keadaan ini membuat kita harus memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata Allah, sehingga kita tidak jatuh dan kalah kepada penarikan dunia ini.

Sedikitnya ada 3 hal penting yang ingin saya sarankan agar kita miliki dalam hidup ini berdasarkan Efesus 6:10-20, ketiga hal itu antara lain:

1. Kekuatan dari Allah

Masing-masing kita perlu menyadari bahwa saat kita sedang hidup dalam dunia yang semakin hari semakin jahat dan bobrok. Tidak heran mengapa dalam suratnya Rasul Paulus berkata: ”Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” (Efesus 6:10)

Mengapa kita memerlukan kekuatan dari Tuhan? Apakah kekuatan kita sebagai seorang Kristen tidak cukup? Saya sangat yakin bilamana kita berusaha melawan dunia ini dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri, jika dalam peperangan ini kita hanya terpaku terhadap ”diri,” maka kita akan gagal total. Mengapa? ”Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di dunia.” (Efesus 6:12)

Sering kita mempersalahkan orang lain bila kita gagal dalam mempertahankan iman kita. Kita sering berkata: ”Di tempat saya sulit sekali menjadi orang Kristen, terlalu banyak sahabat-sahabat saya yang bukan Kristen, mereka selalu saja berusaha untuk menggoda saya, akibatnya sulit sekali bagi saya untuk mempertahankan iman saya.”

Dalam satu sisi memang benar! Menjadi orang Kristen sangat sulit. Kita harus dapat mengalahkan diri. Tetapi alasan utama mengapa kita sulit mempertahankan iman kita ialah oleh karena kita berperang bukan melawan manusia, tetapi ”melawan roh-roh jahat dan kuasa kegelapan.” Itulah sebabnya kita memerlukan kekuatan dari ”luar” diri kita, yakni kekuatan dari Allah.

Setan ingin agar kita gagal mempertahankan iman percaya kita sebagai seorang Kristen dalam kehidupan kita sehari-hari. Dia mau agar kita tidak berhasil menjadi orang Kristen yang menang dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah sebabnya dia selalu berusaha untuk mencari 1001 cara dan berusaha untuk menggunakan segala daya dan upayanya untuk menjatuhkan kita bahkan, jika mungkin menarik kita jauh dari Kristus. Untuk mengalahkan serangan si jahat inilah kita memerlukan kuasa dari Allah.

Ada kecenderungan bagi beberapa orang Kristen terlalu ”melihat” kepada perkara-perkara yang jahat. Mereka selalu melihat bahwa setan dan malaikatnya ada di mana-mana untuk membujuk mereka melakukan dosa. Mereka lupa bahwasanya Roh Tuhan juga ada di mana-mana dan selalu siap untuk memberikan pertolongan kepada mereka.

Saat ini saya ingin katakan kepada kita semua, ”jangan terlalu memusatkan diri dan melihat hal-hal yang tidak baik sedang dan yang akan kita hadapi, tetapi marilah kita melihat kepada Kristus.” Pengalaman Rasul Petrus mengajarkan kepada kita bahwa bilamana kita memusatkan perhatian kepada Kristus, maka kita akan menang. Tetapi bilamana kita mengalihkan pandangan kita dari Kristus, kita akan jatuh. Oleh karena itu, mari kita memandang kepada Kristus dan meminta kekuatan-Nya, agar kita menang melawan peperangan iman kita.

2. Perlengkapan Allah

Peperangan yang sedang kita hadapi saat ini adalah merupakan peperangan sungguhan. Untuk dapat menang dalam peperangan ini, Allah sudah mempersiapkan segala perlengkapan yang harus kita gunakan. Rasul Paulus mendaftarkan perlengkapan-perlengkapan Allah itu dalam Efesus 6:14-17, antara lain: (1) kebenaran, (2) keadilan, (3) kerelaan, (4) iman, (5) keselamatan dan (6) firman Allah. Seorang Kristen hanya akan menang dalam peperangan iman ini bila ia mau dan rela menggunakan perlengkapan Allah yang telah tersedia ini.

Sejenak marilah kita melihat lebih jauh perlengkapan-perlengkapan Allah ini. Ayat itu mengatakan bahwa kita harus menggunakan ”ikat pinggang kebenaran.,” ini artinya, kita harus meyakini kebenaran injil itu, yaitu bahwa kita telah diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan melalui iman. Hanya pengertian akan injil inilah yang membuat kita berdiri teguh dalam iman percaya yang kita miliki.

Saat ini ada banyak pengajaran dan dogma yang mengatakan bahwa kita selamat oleh karena perbuatan baik kita, tetapi Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa hal itu tidak benar. Kita harus sepenuhnya meyakini bahwa ”anugerah Kristus sajalah yang menyelamatkan kita, dan keselamatan itu kita terima melalui iman kita.”

Bagaimana dengan ”baju jirah keadilan?” Dalam Efesus 4:24 disebutkan bahwa kita ini adalah ciptaan baru dan telah menjadi manusia baru. Kita telah diciptakan menjadi manusia baru yang hidupnya seperti Allah. Jadi, ”baju jirah keadilan” adalah menggambarkan ”gaya hidup” kita sebagai seorang Kristen. ”Berbaju jirah keadilan,” berarti sebagai seorang Kristen kita harus memiliki gaya hidup yang berbeda dengan gaya hidup orang dunia. Sebagai seorang Kristen yang ”berbaju jirah keadilan,” kita harus hidup, suci, kudus dan bersikap adil.

Bagaimana dengan perlengkapan selanjutnya, yakni ”kasut?” Kasut atau sepatu yang harus kita pakai, menurut Efesus 6:15 adalah kesiapan untuk membagikan injil kebenaran yang telah kita miliki. Itu artinya, kita harus siap membagikan iman Kristiani kita kepada orang-orang lain yang bergaul dengan kita, kapan saja, di mana saja dan dalam kondisi yang bagaimanapun. Bahkan, kita harus berusaha untuk mencari kesempatan agar kita dapat membagikan iman kita kepada setiap orang yang bergaul dengan kita, dan pada waktu yang sama kita juga harus siap memberikan jawaban yang tepat dan benar kepada setiap orang yang bertanya sehubungan dengan iman kita kepada kita.

Berikutnya mengenai ”perlengkapan perisai iman dan ketopong keselamatan!” Dalam Efesus 6:16,17, Rasul Paulus berkata bahwa keselamatan kita peroleh oleh karena anugerah, melalui iman. Inilah injil itu! Setiap perlengkapan dari Allah ini berhubungan langsung dengan injil. Dengan kata lain, menggunakan perlengkapan Allah berarti kita harus mengetahui injil dan memiliki gaya hidup seperti yang disebutkan dalam injil. Tidak ada jalan lain, jika kita mau menjadi tentara Allah yang kuat, kita harus mengetahui injil atau firman Allah. Hanya inilah satu-satunya cara kita untuk dapat menang melawan musuh kita. (Ingat pengalaman Yesus sewaktu Dia dicobai.)

Masing-masing kita tahu pasti bahwa kemenangan Yesus dalam menghadapi pencobaan itu adalah oleh karena Dia bergantung kepada Allah dan menghidupkan firman Allah. Tetapi mari kita bertanya kepada diri kita sendiri: Pakaian yang bagaimana yang saya pakai? Apakah gaya hidup saya berbeda dengan gaya hidup orang yang bukan Kristen? Apakah saya sudah memakai seluruh perlengkapan senjata Allah? Apakah pekerjaan saya salalu ditandai oleh kebenaran dan keadilan?

Bisa jadi kita kelihatannya cantik, bersih, rapi dan modis, sehingga banyak orang tertarik melihat penampilan kita. Tetapi apakah Yesus ada dalam hati kita? Yesus mau agar orang tertarik melihat kita bukan oleh karena penampilan luar saja, tetapi Yesus mau agar orang-orang tertarik kepada kita, karena kita sedang menggunakan dan memakai perlengkapan Allah dan Yesus ada di dalam hati kita.

Apakah kita mengetahui sepenuhnya injil itu? Sudahkah kita menghidupkan injil itu, setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik? Inilah arti sesungguhnya dari menggunakan perlengkapan Allah, yaitu ”hidup seperti Kristus Hidup.

3. Berdoa:

Rasul Paulus berkata dalam Efesus 6;18, ”Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu di dalam permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”

Jika kita mau memiliki kekuatan dalam dunia yang serba jahat ini, maka kita perlu mengenakan perlengakapan Allah. Kita harus mengetahui dan menghidupkan injil itu. Tetapi kita juga harus berdoa.

Berbicara mengenai berdoa, terlalu sering kita hanya berdoa untuk kepentingan pribadi dan jarang untuk mendoakan orang lain. Bukan hanya itu saja, kita juga lebih sering memohon kepada Tuhan segala yang kita inginkan bukan apa yang kita butuhkan. Tidak heran, jawaban doa yang kita terima dari Tuhan bukan seperti apa yang kita harapkan.

Mengapa kita tidak cukup berdoa untuk keperluan diri kita saja, tetapi juga berdoa untuk orang lain? Baik diri kita maupun saudara-saudara kita khususnya yang satu iman dengan kita sekarang ini juga sedang menghadapi peperangan seperti yang kita hadapi. Jadi jika kita saling mendoakan maka hasil doa kita akan lebih efektif.

Rasul Paulus juga memberikan nasehat kepada kita agar kita juga mendoakan orang-orang yang aktif dalam memberitakan Firman Allah. Efesus 6:19, ”Juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.”

Kesimpulan

Jika kita lupa untuk meminta kekuatan dari Allah, mengenakan perlengkapan Allah, jika kita lupa untuk berdoa, maka kita akan menjadi orang Kristen yang lemah. Ketiga hal ini adalah merupakan kunci kemenangan kita dalam menghadapi peperangan iman.

Sekali lagi peperangan yang kita hadapi ini nyata! Kita sedang berhadapan dengan musuh yang sangat kuat. Efesus 3:13 ”Sebab itu ambillah seluruh perlengakapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari, yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.”

Untuk dapat mempertahankan kemurnian iman kita dalam dunia yang semakin mengalami digradasi moral ini, untuk dapat berdiri teguh di dalam Tuhan, maka kita dianjurkan untuk memperlengkapi diri dengan perlengakapan Allah, yaitu (1) kebenaran, (2) keadialan, (3) kerelaan, (4) iman, (5) keselamatan, dan (6) firman Allah.

Ayat ini tidak berbicara mengenai orang Kristen yang harus mengandalkan ototnya dalam pertempuran imannya. Orang Kristen tidak harus memiliki otot sekekar oto Arnold Schwartnenegger, tetapi orang Kristen harus memakai senjata yang dianjurkan oleh rasul Paulus, yaitu senjata yang sifatnya ”bertahan.”

Sebagai seorang Kristen kita diharapkan untuk selalu mengenakan perlengkapan senjata Allah, sehingga di dalam pergaulan kita, di dalam pekerjaan kita, di dalam bermasyarakat kita dapat mempertahankan kemurnian iman kita. Marilah kita meminta kuasa dari Tuhan, mengenakan perlengkapan Allah, dan mau menjadi orang Kristen yang suka berdoa, sehingga penarikan dan keindahan dunia ini tidak meninabobokkan dan melemahkan iman kita. Akhirnya jadilah orang Kristen yang memiliki gaya hidup Kristus.


I. PENDAHULUAN:

Sedikitnya Alkitab mencatat ada 14 orang yang memiliki nama “Yusuf.” Dari antara 14 orang itu, saya sangat mengagumi Yusuf yang telah menghabiskan waktunya di negeri Mesir, Yusuf yang sering menerima mimpi dari Surga. Saya ingin mengajak anda untuk mempelajari kehidupan Yusuf, orang yang dapat mempertahankan identitasnya sebagai anak Tuhan yang benar, hidup suci, meskipun dia dilahirkan, dibesarkan dan hidup ditengah-tengah keluarganya yang penuh dengan masalah dan penyelewengan.

Kitab Kejadian menurut saya pada dasarnya berfokus kepada 7 orang besar, yang masing-masing merupakan gambaran dari Yesus, diantara:

  • ADAM- melambangkan kepemimpinan dan penguasaan Yesus atas segalanya yang ada di alam semesta ini.

  • HABEL- melambangkan kematian Yesus yang tidak berdosa

  • NUH- melambangkan Yesus yang mempersiapkan tempat perlindungan bagi kita manusia.

  • ABRAHAM- menyatakan besarnya iman Yesus terhadap Allah Bapa.

  • ISAK- menggambarkan pengorbanan Yesus di kayu Salib.

  • YAKUB- menunjukkan Yesus sebagai Gembala yang besar

  • JUSUF- menggambarkan hidup Yesus yang benar dan tidak bernoda.

II. ISI:

Bilamana kita memperhatikan dengan seksama, maka kita akan mendapati sekitar 25% dari kitab Kejadian membicarakan mengenai Yusuf! Hal ini merupakan sesuatu yang mengherankan! Mengapa begitu banyak dari bagian kitab Kejadian itu diperuntukkan bagi Yusuf? Bisa jadi hal ini disebabkan oleh karena Yusuf sangat cocok melambangkan Yesus. Menurut para pelajar Alkitab, sedikitnya ada hampir 100 persamaan antara Yusuf dan Yesus! Yusuf , orang muda yang istimewa yang berbeda dengan orang-orang muda pada zamannya dan orang muda saat ini, yang sering sekali jatuh kedalam pencobaan dan dosa. Yusuf, dalam usianya yang sangat muda dapat menjaga kesucian dirinya.

Allah selalu menepati janji-Nya. Dalam Kejadian 12:2, Allah berjanji untuk menjadikan Abraham yang belum memiliki anak pada saat berusia 75 tahun untuk menjadi bangsa yang besar. 25 tahun kemudian, akhirnya Abraham mendapatkan seorang anak yang kemudian diberi nama Ishak.

Dan 215 tahun setelah janji kepada Abraham itu disampaikan Tuhan, keturunan Abraham masih hanya 70 orang saja (Lihat Kejadian 46:27). Jumlah 70 orang ini bukanlah merupakan jumlah yang cukup banyak untuk menggenapi janji Allah yang telah diberikanNya kepada Abraham untuk menjadi bangsa yang besar. Bahkan sebenarnya lingkaran keluarga yang kecil ini hampir saja menjadi spesis yang langka

Sampai 215 tahun lamanya seakan-akan Allah tidak akan menepati janji-Nya. Pernahkah saudara merasa seakan-akan Allah itu tidak akan menepati janji-Nya kepada saudara? Kadang-kadang kita berdoa dan berdoa tetapi tidak ada hasilnya. Tetapi Allah punya rencana yang tidak kita mengerti. Allah selalu menepati janjiNya. Masa depan saudara akan aman di tangan-Nya.

Selama 215 tahun bangsa Israel hanyalah merupakan satu kawanan yang kecil persis seperti orang-orang Bedouin ditengah-tengah padang pasir. Mereka tidak cukup kuat untuk mengalahkan para penduduk Palestina, orang-orang Palestina tidak begitu menghiraukan keberadaan mereka. Mereka itu bahkan tidak termasuk hitungan diantara bangsa-bangsa yang ada di Palestina. Kelaparan dan kesulitan selalu saja menimpa mereka, tetapi Tuhan punya rencana. Lebih kurang 250 tahun, sejak dari menyeberangi sungai Yordan dan masuknya bangsa Israel ke tanah perjanjian, Allah menggerakkan sejarah sedemikian rupa sehingga orang-orang Israel diterima di tanah perjanjian itu. Allah mengizinkan kelaparan dan peceklik yang hebat terjadi yang akan mengakibatkan orang-orang yang jahat di tanah perjanjian itu menjadi menderita. Ingat mengenai bahaya kelaparan yang didapatkan Firaun dalam mimpnya yang kemudian arti mimpi itu diterangkan oleh Yusuf bahwa akan terjadi 7 tahun kelaparan? Allah mengizinkan kelaparan itu terjadi. Semuanya ini ada dalam perencanaan Allah. Allah membiarkan kelaparan ini terjadi agar umat Allah dapat memasuki Mesir tanpa mengalami kesusahan.

Allah menggerakkan rombongan umatNya yang kecil itu memasuki Mesir. Dan disana orang-orang ini punya banyak makanan untuk dimakan, dan akhirnya merekapun mulai bertambah banyak jumlahnya. Sementara mereka berada di Mesir mereka berkembang dan bertambah banyak. Keluaran 1:7 ”Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.”

Setelah mereka berada di Mesir 215 tahun lamanya merekapun pergi dari sana. Pada saat mereka keluar dari Mesir ada lebih kurang 2 juta orang Israel (Alkitab mencatat bahwa laki-laki dewasa saja ada 600 ribu orang).

Mendahului krisis yang akan terjadi Allah telah mengirimkan seorang pria beserta dengan rombongannya yang kecil untuk mempersiapkan kedatangan umat Israel di tanah Mesir, negeri yang asing itu. Pria yang diutus oleh Tuhan itu tidaklain adalah Yusuf! Tetapi bahkan sebelum Allah mengutus Yusuf turun ke Mesir, Allah telah lebih dahulu mempermudah jalan bagi Yusuf untuk ke Mesir. Dapatkah saudara melihat betapa Allah itu telah bekerja dengan begitu teratur?

Orang Mesir membenci orang Ibrani. Allah harus melakukan suatu hal lagi. Dia mengizinkan perang terjadi di bagian Utara Mesir. Kemudian seorang Firaun yang bukan berasal dari orang Mesir memerintah Mesir, tempat dimana Allah akan mengirimkan bangsa Israel. Allah mengendalikan sejarah. Allah mengizinkan dynasti Hyksos yang berasal dari Asia memerintah Mesir. Firaun yang bukan berasal dari etnis Mesir ini lebih mudah menerima orang-orang Ibrani. Yusufpun kemudian diangkat menjadi orang nomor dua di Mesir

Bisa saja Yusuf tidak mengetahui maksud Tuhan yang besar bagi dirinya. Yang dapat dilihat oleh Yusuf hanyalah kehidupan yang jahat dari saudara-saudaranya, pamannya yang jahat dan keluarganya yang tidak bahagia. Roh Kudus memilih untuk tidak memotong ranting-ranting dari keluarga Yusuf yang penuh kejahatan, agar kita dapat merasakan keadaan yang dialami oleh Yusuf dan kita memiliki pengharapan.

Saudara pembaca, jika anda hidup di lingkungan keluarga yang penuh dengan kejahatan dan penyelewengan, ingatlah masih ada harapan. Gen (sifat pembawa keturunan) bukanlah merupakan malapetaka yang membuat saudara menjadi gagal.

Sebagai seorang anak kecil Yusuf selalu ditempatkan diatas onta mereka bila dalam perjalanan. Yusuf tidak bisa melupakan begitu saja kepanikan keluarganya saat mendengar bahwa pamannya Esau, saudara kembar ayahnya sedang mengejar mereka dengan 400 hamba-hambanya yang kuat. Yusuf akan selalu mengingat bagaimana ayahnya Yakub pada keesokan paginya apabila ayahnya Yakub keluar dari perkemahan dengan kaki yang timpang, tetapi dengan wajah yang penuh kedaimanan dan suka cita. Dari sejak itu Yusuf menyaksikan bahwa ayahnya Yakub adalah merupakan seorang yang baru.

Sebenarnya Yusuf adalah orang yang tidak masuk hitungan. Dia datang dari keluarga yang penuh dengan penyelewengan dan gangguan. Dia dibesarkan oleh ibu tirinya, dan dua orang selir ayahnya, tak satupun diantara tiga wanita itu yang begitu mengasihinya seperti Rachel mengasihi dirinya.

Penyelewengan, kesalahan dan kejahatan berakar dalam pada keluarga Yusuf sejak hari pertama rumah tangga ayahnya didirikan. Yakub sangat mengasihi Rachel, tetapi kakaknya yang Lea masih belum menikah, jadi Laban, menggantikan Rachel dengan Lea pada pernikahan Yakub pada malam itu. Yakub tidak menyadari apa yang terjadi sampai keesokan paginya. Yakub telah bekerja selama 7 tahun untuk dapat menikahi Rachel pada malam itu, tapi malam itu dia ditipu. Akhirnya dia harus habiskan waktunya 7 tahun lagi bekerja untuk mendapatkan Rachel yang dikasihnya. Saudara pembaca, Yakub sedang memanen pekerjaan penipuan yang telah dilakukannya. Galatia--6:7 menuliskan: “…apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya.”

Rumah tangga Yakub sangat buruk. Rachel adalah merupakan istri yang paling disukai Yakub. Sementara Lea tidak begitu dicintai. Tetapi hanya Lea lah yang sejauh ini dapat melahirkan anak bagi Yakub. (Kejadian 29:31) Setelah Yakub mendapatkan 4 anak dari Lea, maka Rachelpun memberikan budaknya kepada Yakub dan dari sana Yakub mendapatkan 2 orang anak. Lea tidak mau kalah, dia juga memberikan budaknya kepada Yakub dan dari budak Lea, Yakub mendapatkan 2 orang anak. Bisakah saudara bayangkan 4 wanita dalam satu kemah? Situasi seperti ini sungguh sangat buruk bukan?

Coba kita selidiki apa saja yang dialami oleh Yakub dalam rumah tangganya:

  • Laban mengubah upah Yakub hingga 10 kali.
  • Rachel mencuri ilah (patung) ayahnya.
  • Saudara perempuan Yusuf diperkosa oleh orang kafir.
  • Saudara-saudara Yusuf menipu pria-pria yang ada di kota itu dan kemudian membunuh mereka semua.
  • Dan kemudian Yehuda berbuat dosa (berzinah) dengan menantunya Tamar

Daftar amoral yang terdapat dalam keluarga Yakub ini dapat ditambahkan lebih banyak lagi. Namunpun demikian Allah memilih seorang yang berasal dari keluarga yang penuh dengan dosa dan penyelewangan ini untuk membebaskan umatNya pada saat itu, oleh sebab Yusuf dapat menjaga kemurnian dirinya meskipun dia berada dalam lingkungan keluarga yang serba dipenuhi masalah dan dosa. Bagaikan bunga teratai yang muncul indah dari air yang kotor dan berlumpur, demikianlah Yusuf muncul sebagai seorang yang “murni” di tengah masyarakat dan keluarga yang amoral.

Saya sangat menghargai Yusuf! Ada banyak sebab mengapa saya sangat mengagumi dan menghargainya. Salah satu sebabnya ialah: "DIA DAPAT MEMUTUSKAN LINGKARAN." Apabila seorang orangtua disakiti pada masa kecilnya maka kemungkinan besar dia akan menyakiti anak-anaknya, kemudian anak-anaknya itu kemungkinan akan menyakiti anak-anak nya lagi. Itulah lingkaran yang berlangsung terus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Yakub meneruskan lingkaran penyelewengan dan kesalahan di rumah tangganya. Keluarga Yakub punya banyak penyelewengan dan gangguan dan tak seorangpun yang sanggup untuk menghentikannya. Kejadian 37:3 Yakub sangat menyayangi Yusuf melebihi saudara-saudaranya yang lain. Dengan tidak bijaksana dia (Yakub) memperlihatkan favoritisme. Mengapa ini terjadi? Oleh karena bertahun-tahun yang lalu Yakub juga adalah merupakan seorang anak favorit bagi ibunya Ribka. Benerlah kata pepatah ”Like father like son.” Yakub menuai kesalahan orangtuanya. Tapi Yusuf memutuskan lingkaran ini. Yesus dapat menolong saudara untuk menghancurkan dan memutuskan lingkaran dosa dan kejahatan kepada keinginanNya yang indah.

Yakub dan Ribka memanipulasi Esau dengan menukarkan hak kesulungan dengan semangkok kacang merah. Esau tertipu. Kemudian Yakub harus melarikan diri sepanjang hidupnya dengan hanya membawa pakaian yang dia pakai. Jakub mengalami suatu pengalaman yang disebut sebagai kepicikan Yakub. Tetapi pada malam yang gelap itu, akhirnya Yakub bertemu dengan Allah, setelah bergumul cukup lama akhirnya Yakub menyerahkan hatinya kepada Allah. Malam itu Yakub berjanji untuk melayani Allah selamanya. Malam itu secara total Yakub menjadi orang yang beriman kepada Allah. Yakub selamat. Yakub bertemu dengan Allah dan sejak itu ia melayani Allah sepanjang hidupnya.

Saudara, diantara anak-anak Yakub, hanya Yusuflah yang benar-benar seorang yang baik, sementara saudara-saudaranya dan anak-anak dari selir bapaknya adalah jahat. Mereka itu adalah merupakan suatu geng. Malah dua dari antara mereka adalah pembunuh. Untuk beberapa generasi keluarga Yakub ini memiliki reputasi yang jelek. Ketidaksetiaan, perzinahan, berdusta, memiliki ilah lain, menipu, melakukan dosa-dosa sex, hubungan sex antara saudara, bahkan anda pasti bisa menyebutkan beberapa lagi kejahatan dari keluarga ini. Kemungkinan satu-satunya hukum yang tidak mereka langgar dari antara 10 hukum Allah itu, adalah hukum hari Sabat.

Keluarga Yusuf bukanlah merupakan keluarga yang baik. Namunpun demikian Allah telah memilih Yusuf dari antara anggota keluarga yang berantakan ini untuk menyelamatkan umat-umatNya. Dari keluarga yang jahat ini muncul 12 pria yang namanya akan dicatat dalam pintu gerbang Yerusalem yang baru. Syukur kemudian bahwa orang-orang itu telah berbalik dan bertobat dalam hidupnya.

Allah sanggup untuk menjadikan keluarga dan rumah tangga jauh dari ideal dan kemudian menjadikan rumah tangga itu menjadi berkat yang besar. Allah juga dapat mengobah rumah tangga kita, bilamana keluarga kita tidak berfungsi dengan baik. Yakub mengawali dirinya sebagai seorang ayah yang tidak sempurna, tetapi kemudian dia bertobat dan membawa keluarganya sesuai dengan rencana Allah.

Allah mau agar kita bangkit dan meninggalkan kejahatan kita, Dia akan memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan hal ini. Bukanlah merupakan kehendak Allah agar kita tetap melakukan gaya hidup kita yang jahat yang kita warisi. Jika saudara memiliki seorang ayah yang pemabuk, anda tidak harus menjadi seorang pemabuk. Anda bisa menghancurkan lingkaran itu sama seperti Yusuf dengan cara menyerahkan hidup anda pada Yesus. Anda dapat menjadi orang yang berbeda. Filipi 4:13 ”Segala seuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Allah dapat mengubah anda, memperbaiki masa lalu anda. Yusuf punya banyak alasan untuk meneruskan lingkaran kebobrokan rumah tangganya. Contoh sehari-hari yang dilihatnya di rumahnya hanyalah kejahatan belaka. Dia telah terlatih untuk melakukan kesalahan. Tetapi Yusuf dapat bangkit dari keadaan itu dengan cara memberi dirinya bagi Kristus.

Selain cerita mengenai Yusuf ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita juga dapat hidup murni dan memiliki tabiat seperti tabiat Kristus, serperti Yusuf, diantara tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Kita juga memerlukan cerita Yusuf untuk melihat bagaimana Allah dapat mengubah Yusuf, Allah dapat mengubah saya.

Saya yakin benar bahwa Yusuf pada masa mudanya, telah mengikuti jejak ayahnya Yakub untuk menerima Yesus sehingga kepada Yusuf Allah memberikan hati yang baru dan dia menjadi ciptaan yang baru. Para pembaca yang terkasih, khususnya orang-orang muda, seperti Yusuf, jika anda menyerahkan hati anda kepada Yesus, maka Dia akan menerima anda, tidak masalah apa yang telah anda lakukan pada masa yang lalu. Allah tidak mengingat-ingat masa lalu kita masing-masing, justru apabila kita datang kepadaNya sekarang ini dalam keadaan kita yang seperti ini, maka Dia akan mengubah hidup kita melalui kasihNya yang ajaib itu. Benar, Yusuf tidak memiliki kejahatan ditengah-tengah keluarganya yang penuh dengan kejahatan, dia tidak seperti saudara-saudaranya yang lain. Yusuf sangat berbeda dari mereka semua. Yusuf adalah manusia baru, sebab dia telah menerima Allah sebagai Bapanya

Menurut catatan Alkitab memang biasanya dosa-dosa orangtua akan dibalaskan sampai tiga turunan (Baca Keluaran 34:7. tetapi saudara, Yusuf memutuskan tradisi ini. Yusuf adalah merupakan hasil produksi masa lalu tetapi dia tidak dikungkung oleh kejahatan masa lalu orangtua dan keluarganya.

Paulus berkata dalam I Korintus 10:11: "Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, dimana zaman akhir telah tiba.” Saudara pembaca, kehidupan keluarga Yusuf adalah merupakan contoh bagi kita, hal ini adalah merupakan nasehat bagi kita semua. Pengalaman keluarga Yusuf mengingatkan bahwa kita dapat berubah.

Jika anda adalah seorang muda dan hidupmu penuh dengan kekerasan dan kesulitan dan anda berada dalam padang belantara dosa, saya mengajak anda untuk memandang Yesus dan datang kepadaNya. Serahkanlah akar keberadaanmu yang jauh berada di dalam, ke dalam air kehidupan Yesus Kristus, maka anda akan diobahkan. Anda akan bertumbuh dan akan menghasilkan banyak buah

Allah Yusuf masih hidup hingga saat ini dan Dia dapat memberikan kemengan kepada anda, Dia akan membuat anda berhasil untuk mengalahkan kecenderungan-kecenderungan jahat dan masa lalu anda yang kelam. Bagi kita orang-orang tua yang nyaris putus asa oleh karena keadaan anak-anak kita yang mungkin jauh dari Tuhan, percayalah bahwa Allah masih dapat menyelamatkan anak-anak kita. Memang kadang-kadang kita nyaris putus asa, tetapi yang pasti bahwa Allah kita itu ada dan Dia akan turun tangan untuk menolong kita. Percayalah kepadaNya.

Saya ingin agar anda bisa melihat sesuatu yang sangat khusus mengenai Allah kita itu. Jika anda lupa terhadap tulisan saya ini, saya ingin agar saudara dapat menangkap dan mengingat poin penting ini: Bagaimana Tuhan memandang keluarga Yusuf yang berantakan dan penuh penyelewengan dan kejahatan itu? Bagaimana Tuhan telah memilih keluarga yang penuh dengan kesalahan itu menjadi umatNya? Apakah anda melihat bahwa keluarga Yusuf ini adalah merupakan keluarga yang paling buruk, tetapi Allah tetap memilih mereka?

Lihatlah, begitu banyaknya kejahatan yang terjadi dalam rumah tangga ini. Saya ingin agar anda mengerti bahwa cara Allah melihat berbeda dengan cara kita melihat. Bagaimana Allah melihat keluarga Yusuf yang penuh dengan kejahatan ini? Mari kita baca dalam Bilangan 23:21 “Tidak ada ditengok kepindangan diantara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran diantara orang Israel.” Dalam Alkitab versi NKJV disebutkan: "He has not observed iniquity in Jacob, nor has he seen wickedness in Israel!"

III. KESIMPULAN:

Dapat anda melihat implikasi dari ayat Bilangan 23:21 ini? Saudara, bilama Allah memandang dan melihat keluarga Yakub, apa yang Allah lihat? Ayat itu berkata”Dia tidak melihat kesalahan dalam keluarga Yakub.” Allah tidak melihat keluarga yang penuh kesalahan dan penyelewangan ini. Malah yang Dia lihat adalah adanya potensi dari keluarga ini. Dia melihat bahwa keluarga ini memiliki potensi untuk menjadi umat Allah.

Betapa ajaibnya Allah kita itu, Dia tidak melihat dosa dalam keluarga ini. Alkitab memang tidak mengatakan bahwa keluarga ini tidak berdosa, tetapi bilamana Allah melihat keluarga Yakub dan keluarga Yusuf ini, maka dosa itu menjadi hilang.

Betapa mengherankan, bahwa Allah juga melihat tidak ada dosa dalam diri anda. Allah tidak melihat anda sebagaimana anda, tetapi Dia melihat bahwa ada potensi untuk diselamatkan dalam diri kita. Dia melihat dalam diri kita masing-masing ada potensi untuk menjadi umat Allah yang baik, benar dan setia. Bilangan 23:21 mengatakan bahwa bilamana Allah melihat Israel "He didn't see any wickedness in Israel.” (Dia tidak melihat ada kelemahan dan dosa di Israel).

Betapa luar biasanya Allah kita itu. Alkitab mengajarkan bahwa bilamana Allah melihat saya, Dia tidak melihat bagian luar diri saya, tetapi Dia melihat hati saya, Dia melihat potensi dari hati saya. Dia melihat bahwa saya telah ditutupi oleh darah Anak Domba yang mahal itu. Allah telah menanggungkan segala kelemahan dan dosa kita kepada Kristus. Mari kita baca dalam Yesaya 53:6

“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadaNya kejahatan kita sekalian.”

Anda dan saya sepenuhnya selamat hanya oleh karena kebenaran Kristus. Puji Tuhan untuk semuanya ini. Khabar baik saat ini adalah, bahwa di dalam Kristus kita ini adalah ciptaan baru. Kita telah diampuni. Marilah kita berdoa kepada Tuhan agar kita selalu berada pada jalan Allah yang benar meskipun kita hidup dalam dunia yang serba amoral. Ingatlah, bahwa Allah melihat di dalam diri kita masing-masing ada potensi untuk diselamatkan. Akhirnya, marilah kita seperti Yusuf yang telah berhasil meruntuhkan tradisi penyelewangan dalam rumah tangganya. Kita juga bisa melakukan hal yang sama jika kita mau menyerahkan diri kita kepada Kristus.

Unsur Penting Dalam Perkawinan Yang Memuaskan  

Posted by rsagala in

Salah satu lembaga yang pertama sekali dibentuk oleh Allah, si pencipta alam semesta ini adalah lembaga perkawinan, selain lembaga hari Sabat. Perkawinan yang pertama antara nenek moyang manusia, yaitu Adam dan Hawa langsung dipimpin oleh Allah. Dialah yang menyerahkan Hawa untuk dinikahkan dengan Adam. Allah mau agar kesucian lembaga pernikahan itu dijaga sepanjang masa.

Begitu sucinya lembaga pernikahan itu, sampai-sampai Allah menggambarkan hubungan-Nya dengan umat-umat-Nya bagaikan hubungan antara suami dan istri. Alkitab menggambarkan bahwa Allah adalah pengantin pria dan umat-Nya atau jemaat adalah pengantin wanita-Nya. Nabi Yesaya menuliskan hal itu sebagai berikut: ”Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu” (baca Yesaya 62:5).

Dengan semakin berkembang pesatnya dosa dan kejahatan, maka virus-virus yang berusaha untuk merongrong lembaga pernikahan yang didirikan Alah itupun semakin menjamur dan merajalela. Ada banyak virus yang dapat dijadikan alasan untuk ”bercerai” dan membuat rumah tangga yang didirikan itu hancur berantakan. Dalam tulisan ini penulis tidak berusaha untuk mencari tahu ”trojan” yang biasanya merusak ”pernikahan,” tetapi justru penulis akan mengetengahkan unsur-unsur penting yang dapat mempertahankan kebahagian dalam rumah tangga.

Semua kita menyadari bahwa bersamaan dengan bertambahnya masa, statistik perceraianpun semakin bertambah, baik itu di Amerika, di Indonesia dan bahkan dibelihan dunia lainnya. Untuk mengetahui dengan jelas mengenai statistik perceraian di dunia, silahkan mengunjungi www.divorcemag.com/statistics/statsWorld.shtml

Anehnya, perceraian itu tidak hanya terdapat di kalangan orang-orang yang tidak beragama, atau dikalangan orang-orang yang non Kristen. Saat ini malah sering terdengar perceraian diantara orang-orang Kristen dan bahkan anggota gereja Masehi Advent Hari ketujuh. Seakan-akan perceraian itu sudah merupakan ”mode” yang memang harus diikuti supaya jangan disebut sebagai seorang yang ”ketinggalan zaman.”

Banyak keluarga-keluarga kita saat ini yang terancam dan nyaris dilanda tsunami ”perceraian.” Berbagai macam alasan klasik dicari supaya niat untuk bercerai itu muncul. Haruskah bercerai? Pelajaran Sekolah Sabat triwulan lalu, yang membahas tentang Hosea dan Gomer, adalah merupakan jawaban yang tepat. Apapun alasannya, perceraian bukanlah merupakan jalan yang terbaik.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita ingini muncul dalam rumah tangga kita, dan untuk menimbulkan rasa ”puas” dalam rumah tangga kita, berikut ini saya berikan 5 formula penting yang harus ada dalam rumah tangga kita.

Adapun ke 5 (lima) faktor yang dapat membuat perkawinan “Memuaskan.” itu ialah:

1. Komitmen

Jika dua orang tidak terikat kuat satu sama lain, maka perkawinan mereka cepat atau lambat akan berantakan dan putus di tengah jalan. Kepercayaan atau sikap saling percaya adalah merupakan pondasi bagi suatu perkawinan yang baik, dan kepercayaan dimulai dengan adanya satu komitmen.

Masing-masing suami dan istri harus mengetahui bahwa sebagai satu pasangan suami dan istri harus merasa terikat satu sama lain dengan perkawinan. Janji perkawinan yang kita ucapkan dalam acara pemberkatan nikah kita yang kita terima dari Pendeta yang memberkati kita, berbunyi "apakah dalam keadaan baik, ataupun tidak, dalam kemakmuran ataupun kemiskinan, waktu sakit ataupun sehat, kamu akan mengasihi, memelihara bahkan hingga kematian memisahkan."

Janji itu adalah merupakan komitmen yang benar. Suami-istri harus memiliki komitmen untuk tidak menggunakan kata "perceraian." Suami-istri harus secara total terikat dengan kejujuran, kesetiaan, dan cinta yang kekal.

2. Komunikasi

Tanpa komunikasi, maka setiap tim akan berada dalam bahaya. Rumah tangga atau perkawinan adalah merupakan satu tim. Misalnya saja kita memerlukan 1 kg minyak goreng untuk keperluan di rumah, tetapi kita tidak memperbincangkan siapa yang akan membelinya, maka resikonya bisa jadi di rumah kita akan ada 2 kg minyak goreng atau tidak ada minyak goreng sama sekali.

Penting sekali untuk berkomunikasi, untuk menyatakan pikiranmu, gagasanmu, rencanamu, dan pendapatmu secara regular. Kita juga harus komunikasikan perasaan kita, bakan frustrasi yang kita sedang alami, ketakutan dan sukacita yang ada didalam hatimu.

Seorang penulis yang bernama H. Norman Wright berkata "komunikasi adalah merupakan kunci untuk dapat memahami satu sama lain dan membuat anda tumbuh semakin dekat. Bilamana komunikasi semakin berkurang, maka hubungan mu akan semakin dingin, semakin jauh, dan semakin tidak memuaskan.

Gereja kita telah merancang satu waktu untuk mengadakan komunikasi antar sesama anggota keluarga dan komunikasi kepada Tuhan, yakni melalui mezbah keluarga atau kebaktian keluarga, baik Pagi Hari maupun Sore/malam hari. Jangan pernah melupakan pentingnya mezbah keluarga ini di dalam rumah tanggamu, kalau anda mau Rumah Tangga dan pernikahan anda memuaskan.

Banyak keluarga yang memiliki masalah bahkan akhirnya bercerai oleh karena kurangnya komunikasi. Suami dan istri adalah merupakan manusia yang berbeda dalam banyak hal, oleh karena itu masing-masing perlu menyadari perbedaan itu dan belajar bagaimana untuk saling mengerti.

Disamping belajar dari Alkitab secara bersama dan tulisan-tulisan Roh Nubuat yang dapat menciptakan komunikasi yang baik. Saya ingin agar kita belajar bersama-sama dari sebuah buku yang terkenal saat ini, yang mengajarkan bagaimana kita dapat berkomunikasi dengan baik dan berusaha untuk mengerti pasangan kita, buku itu berjudul “Men are from Mars, Women are from Venus.”

3. Koordinasi

Tanpa adanya koordinasi, perkawinan akan menghadapi konflik dan ketegangan; kita akan saling bertentangan satu sama lain. Apakah yang dimaksud dengan koordinasi?

Koordinasi berarti menghitung dengan teliti suatu cara untuk bekerja sama untuk menggunakan kemampuan dan bakat dari pasangan kita. Koordinasi tidak berarti bersaing satu sama lain atau membiarkan seseorang melakukan semua pekerjaan.

Apabila usaha kita sebagai suami-istri dikoordinir, maka kehidupan ini akan berjalan dengan lembut dan semua cinta-cita kita akan tercapai.

Dalam melakukan pekerjaan di rumah tangga, penting untuk saling bekerja sama dan terkoordinasi, bahkan sampai mengerjakan hal-hal yang sederhana sekalipun perlu adanya koordinasi. Sebab, orang yang mengkoordinir usaha dan pekerjaan mereka akan dapat menyelesaikan pekerjaannya, dan menciptakan suatu kesetiakawanan yang akan merajut hati secara bersama-sama.

4. Pertimbangan

Tidak adanya pertimbangan, dapat melukai perasaan. Ketiadaan pertimbangan adalah merupakan egoisme, dan biasanya seorang yang memiliki sifat egois akan menganggap remeh suatu tim. Sahabat yang benar akan menunjukkan pertimbangan terhadap perasaan, minat, kebutuhan, keinginan, dan pilihan dari pasangannya.

Rasul Petrus dalam 1 Petrus 3:7 mengatakan kepada para suami, agar "hidup bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormati mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang."

Ketidakadaan pertimbangan, dapat menghalangi berbagai keinginanmu, sementara pertimbangan yang nyata akan memberikan apa yang kamu inginkan. Ini berlaku untuk kedua-duanya baik bagi suami maupun bagi isteri.

Biasanya kalau kita memiliki pertimbangan dan lebih sensitip kepada pasangan kita, maka diapun akan lebih memiliki timbang rasa dan lebih sensitif kepada kita. Bahkan biasanya apa yang akan kita dapatkan dari pasangan kita akan lebih besar dari apa yang kita berikan kepadanya. Biasanya pertimbangan terhadap satu sama lain akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam rumah tangga.

5. Kejelasan

Tanpa adanya visi yang jelas, suatu tim tidak akan memiliki arah dan tujuan. Impian akan memberi kejelasan. Impian-impian memberikan tenaga dan memotivasi , serta memberi harapan.

Seseorang pernah berkata bahwa "jika kamu tidak memiliki tujuan apapun, maka mungkin kamu akan mendapatkannya." Jangan biarkan hal itu terjadi kepada rumah tanggamu.

Perlu masing-maing suami dan istri memiliki impian atau cita-cita yang besar dan bermimpilah secara bersama-sama. Rencanakan untuk masa datang rumah tangga anda dengan kegembiraan dan antisipasi.

Robert F. Kennedy pernah berkata " Beberapa orang melihat berbagai hal sebagaimana adanya, dan kemudian berkata “Mengapa?” Tetapi aku mengimpikan hal-hal yang tidak ada dan berkata “Mengapa bukan?”

Suatu pasangan yang sedang melihat ke arah yang sama dapat berjalan ke depan dengan bergandengan tangan kepada arah yang tertentu disertai dengan kepuasan. Kita semua memerlukan impian, ditambah dengan kerinduan dan keberanian untuk mengejar dan mendapatkan impian kita itu.

Masing-masing kita, mari kita miliki impikan dalam perkawinan kita, miliki impian terhadap anak-anak kita, milikilah impian untuk masyarakat dimana kita akan tinggal, milikilah impian terhadap rumah kita. Singkatnya milikilah impian dan cita-cita yang baik demi kelanggengan rumah tangga dan perkawinanmu. Semua impian-impian dalam perkawinan ini haruslah dipikirkan bersama sebagai satu tim.

Disamping, ke 5 (lima) unsur penting yang dapat memuaskan perkawinan diatas, pada akhir tulisan ini saya juga ingin memberikan 10 Peraturan Alkitab Untuk Perkawinan Yang Berbahagia. Saya mau agar masing-masing kita selalu mengingat hal ini:

Peraturan :

1. Jangan bawa-bawa kekeliruan/kesalahan masa lalu.

(Lukas 6:37)

2. Lebih baik lupakan seluruh dunia ini daripada melupakan satu sama lain.
(Markus 8:36)

3. Jangan pernah pergi tidur dengan membawa suatu argumentasi yang belum
terselesaikan. (Efesus 4:26)

4. Sedikitnya satu kali dalam satu hari, cobalah untuk mengatakan sesuatu yang
sifatnya memberi pujian kepada pasangan mu. (Amsal 15:4)

5. Jangan pernah ada pertemuan tanpa adanya suatu sambutan selamat datang
yang manis. (Kidung Agung 1:2)

6. Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan daripada banyak
harta disertai dengan kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih
daripada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:16,17)

7. Jika kamu diberi suatu pilihan antara membuat diri anda nampak baik atau
pasanganmu yang nampaknya baik, pilihlah pasanganmu. (Amsal 3:27)

8. Jika pasanganmu menyerang kamu. Belajarlah untuk memaafkannya. (Lukas
17:3,4)

9. Jangan menggunakan iman, Alkitab atau Tuhan sebagai palu. (Yohanes 3:17)

10. Biarkanlah cinta yang menjadi tonggak petunjuk jalanmu. (1 Kor. 13:4,5)

Akhirnya, semoga Kristus yang selalu berada dalam rumah tangga kita dan mengemudikan perahu rumah tangga kita, sampai masuk kedalam kerajaan Surga. Semoga kita mendapatkan kepuasan dalam rumah dan perkawinan yang sedang kita jalani.