MENJADI SEMPURNA? APA MUNGKIN!  

Posted by rsagala in


Pendahuluan

Menjadi sempurna adalah merupakan cita-cita setiap orang. Para pelajar dan mahasiswa umumnya memiliki hasrat untuk memperoleh nilai yang sempurna alias “perfect.” Sekiranya quiz di sekolah mendapat nilai “perfect” hati ini berbunga-bunga, tetapi bila mendapatkan nilai yang kurang sempurna, gairahpun akan berkurang. Orang-orang muda ingin mendapatkan calon suami dan calon istri yang sempurna. Para orang tua saat menantikan kelahiran bayinya berharap agar bayinyapun lahir sempurna. Para pencari kerja ingin untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan memperoleh gaji yang sempurna. Semuanya menginginkan kesempurnaan.

Ternyata, kata “sempurna” bukanlah merupakan kata yang hanya ada dalam angan dan cita-cita umat manusia. Jauh sebelumnya Allah telah menggunakan kata sempurna pada saat dia menciptakan dunia dan alam semesta ini (Kejadian 1:31). Bahkan sebenarnya kata sempurna itu sendiri tidak terpisahkan dari diriNya, karena hal itu adalah merupakan naturNya. Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Para pembaca yang saya kasihi, bagi beberapa orang Kristen bunyi ayat Matius 5:48 adalah merupakan sesuatu hal yang “impossible.”

Dalam mengadakan perlawatan ke sebuah jemaat pada saat saya menjadi gembala jemaat di Daerah Sumatera Kawasan Tengah, seorang anggota gereja berkata, “Pak Pendeta, terus terang himbauan Yesus untuk menjadi sempurna dalam Matius 5:48, adalah sesuatu yang mustahil.” Kemudian saudara tersebut melanjutkan perkataannya dengan menyebutkan orang-orang besar Alkitab yang namanya tercatat dalam kitab Ibrani 11 adalah orang-orang yang memiliki kekurangan disana sini dan tidak sempurna. Ini hanyalah merupakan satu contoh dari beberapa orang Kristen bahkan orang Advent yang merasa bahwa “it is impossible to be a perfect person.”

Arti Sempurna

Bila membaca Matius 5:48 kita akan dapat amelihat bahwa ayat ini adalah merupakan kesimpulan dari apa yang diuraikan sebelumnya, “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Ungkapan “karena itu” memberikan indikasi bahwa ayat ini adalah merupakan kesimpulan dari “semesta pembicaraan yang terdahulu.” Pada ayat-ayat sebelumnya Yesus sedang membicarakan Hukum Torat dan juga tentang Kasih yang merupakan inti sari dari Hukum Torat itu sendiri (Matius 5:17-47). Pada ayat 48, Yesus memberikan kesimpulan “Karena itu haruslah kamu sempurna (dalam kasih) sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna (dalam kasih) (Catatan tulisan miring sengaja ditambahkan untuk menekankan kesempurnaan apa yang sedang dibicarakan)

Dalam bahasa aslinya kata sempurna dalam Matius 5:48 berasal dari bahasa Greek teleioi (plural) dan

teleios (singular) , dan dalam ayat lainnya kata ini juga dipakai dalam bentuk pronominal. Sakai Kubo dalam bukunya “A Reader’s Greek-English Lexicon of The New Testament and A Beginner Guuide for Translation of New Testament Greek” kata teleios ini tidak terdapat dalam daftar kata-kata yang sering digunakan dalam Alkitab Perjanjian Baru (yang lebih dari 50 kali), ini memberikan indikasi bahwa dalam PB kata ini digunakan tidak sampai 50 kali.

Menurut Wigram-Green dalam The New Englishman’s Greek Concordance and Lexicon, kata teleios memiliki sedikitnya 3 arti, antara lain: (1) sempurna (perfect) lihat Roma 12:2; Matius 5:18; (2) Lengkap (complete), lihat 1 Petrus 1:13; dan (3) dewasa (mature) lihat 1 Korintus 14:20, kolose 4:12 dan Ibrani 5:14. Ayat-ayat ini hanyalah sebahagian dari ayat-ayat PB yang menggunakan kata teleios.

Dengan demikian kata teleios, tidak hanya dapat diartikan sebagai sempurna tetapi juga dapat diartikan sebagai lengkap, dewasa, selesai (finish), full (penuh) dan beberapa kata sejenisnya. (baca The New Englishman’s Greek Concordance and Lexicon untuk mengetahui apa saja arti dari kata J¦8g\@H yang diterjemahkan sebagai “sempurna” dalam Maitus 4:58.

Sisi Lain kata “sempurna” Matius 5:48

Mengapa ada beberapa orang yang merasa bahwa mustahil untuk menjadi sempurna? Karena untuk kebanyakan orang, kata sempurna mereka artikan sebagai “tanpa dosa.” Mana mungkin? Kan Alkitab mengatakan bahwa “… semua orang telah berbuat dosa …” (Roma 3:23). Sebenarnya, seandainyapun ada yang menganggap bahwa kata “sempurna” disini adalah “tanpa dosa,” itu juga mungkin untuk dicapai dan dialami menurut pertolongan Tuhan (baca tulisan Pdt. DR. H. Sumendap dalam WAO edisi 17 September 2004). Sebab memang Allah tidak akan menuntut dari kita sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan. (1 Korintus 10:13)

Setelah mempelajari bahasa asli dari kata “sempurna” yakni teleios, saya melihat sisi lain dari Matius 5:48 ini sebagai suatu ajakan Yesus agar kita menjadi seorang Kristen yang “lengkap” dan seorang Kristen yang “dewasa.,” baik dalam kasih, kerohanian, iman, pengharapan. Mengapa? Karena ternyata ada orang-orang Kristen yang tidak dewasa dan tidak lengkap, meskipun sebenarnya dari segi lamanya menjadi orang Kristen dia seharusnya sudah menjadi dewasa dalam hal iman dan rohani. (Baca Ibrani 5:11-14)

Illustrasi Mengenai “Sempurna”

Bagi saudara-saudara yang tinggal di kota Duri, Dumai, Pekanbaru, Balikpapan, Pangkalan Berandan tempat dimana ditemukan tangki-tangki minyak yang besar, dan teristimewa saudara yang bekerja pada perusahan minyak, akan dapat mengerti arti kata sempurna dengan baik. Pengalaman ini saya rasakan pada saat menjadi gembala jemaat di Duri. Di kota Duri yang dikenal sebagai ladang minyak bagi perusahaan Caltex terdapat tangki-tangki minyak yang sangat besar, besar, sedang, kecil dan seterusnya. Kalau sebuah tangki minyak yang terbesar itu diisi minyak penuh, drum ditempat penjualan minyak tanah diisi minyak penuh, ember yang ada dirumah diisi dengan minyak penuh, botol aqua yang kecil diisi dengan minyak penuh. Mana dari antara keempat benda itu, yakni tangki minyak besar, drum, ember dan botol aqua yang penuh. Saya kira saudara akan setuju bahwa keempatnya sama-sama penuh (sempurna penuhnya). Sebab masing-masing keempat benda itu J¦8g\@H (sempurna, penuh) sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Alkitab mendukung illustrasi ini, rasul Paulus sendiri berkata dalam 1 Korintus 13:11 “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku berfikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu … Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah Kasih.”

Kesimpulan

Para pembaca WAO yang kami kasihi, anak-anak sempurna sesuai dengan keadaan mereka sebagai seorang anak-anak, remaja sempurna sesuai dengan keadaan mereka sebagai seorang remaja, orang dewasa sempurna seperti keadaan mereka orang dewasa. Inilah yang diharapkan Yesus, pada saat dia berkata “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48). Mengapa Yesus kembali mengingatkan hal ini? Sebab ternyata masih ada orang Kristen yang seharusnya sudah harus memakan nasi atau bahkan kerak nasi tetapi ternyata mereka masih tetap saja minum susu. Masih ada orang Kristen yang seharusnya sudah harus menjadi pengajar dan guru, tetapi nyatanya mereka masih saja jadi murid. (Ibrani 5:11-14)

Saudara yang kekasih, masih adakah sifat dendam, benci, cemburu, sakit hati, merajuk, pemberontakan, persungutan dalam diri kita? Seringkali hal-hal ini membuat kita menjadi orang Kristen yang non aktif. Masih ada saja orang Kristen yang digerogoti oleh sifat-sifat ini, padahal seharusnya hal itu tidak lagi menguasai kita sebab kita sudah lama sekali menajdi Kristen. Masih ada saja orang Kristen yang tidak mau datang ke gereja oleh karena sakit hati. Itulah sebabnya Yesus berkata,“Karena itu haruslah kamu sempurna (dalam kasih) sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna.” Matius 5:48. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah Kasih.” 1 Korintus 13:13. Saudara, marilah kita menjadi orang Kristen yang semakin dewasa.

This entry was posted on Sabtu, 02 Agustus 2008 at 17.28 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar