
1. Thou shalt give thy heart to Christ. Let Him be at the top of thy Christmas list
2. Thou shalt prepare thy soul for Christmas. Spend not so much on gifts that thy soul is forgotten.
3. Thou shalt not let Santa Claus replace Christ, thus robbing the day of its spiritual reality.
4. Thou shalt not burden the shop girl, the mailman, and the merchant with complaints and demands.
5. Thou shalt give thyself with thy gift. This will increase its value a hundred fold, and he who receiveth it shall treasure it forever.
6. Thou shalt not value gifts received by their cost. Even the least expensive may signify love, and that is more priceless than silver and gold.
7. Thou shalt not neglect the needy. Share thy blessings with many who will go hungry and cold unless thou are generous.
8. Thou shalt not neglect thy church. Its services highlight the true meaning of the season.
9. Thou shalt be as a little child. Not until thou has become in spirit as a little one art thou ready to enter into the kingdom of Heaven.
10. Thou shall not forget to share your joy, peace and faith with those around you.
- Author Unknown
Sumber:
Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai.
Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: “Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?”
“Tidak” jawab nelayan itu singkat.
Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak”
Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.
“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat?” tanya cendikiawan.
“Belum pernah” jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak”.
Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.
“Apa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?” tanya cendikiawan.
“Tidak bisa” jawab nelayan itu singkat.
“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Bapak”
Tiba-tiba… ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan
” Apa bapak pernah belajar berenang?”
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab “Tidak pernah”
Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan semua pe luang hidup bapak”…… ……… ……… ……… .
Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas:
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.
My Profile
Shoutbox
Time
Arsip Blog
-
▼
2009
(9)
- ▼ 02/15 - 02/22 (5)
- ► 02/08 - 02/15 (1)
- ► 01/18 - 01/25 (2)
- ► 01/04 - 01/11 (1)
-
►
2008
(92)
- ► 12/28 - 01/04 (10)
- ► 12/21 - 12/28 (2)
- ► 12/14 - 12/21 (4)
- ► 12/07 - 12/14 (1)
- ► 11/30 - 12/07 (1)
- ► 08/17 - 08/24 (2)
- ► 08/10 - 08/17 (5)
- ► 08/03 - 08/10 (55)
- ► 07/27 - 08/03 (12)
Apakah blog ini bermanfaat?
Bagaimana tanggapan anda terhadap blog ini
Categories
Artikel Rohani
Pengikut
Other Important Link
- 3 ABN
- 95 Thesis Morris Venden
- A Searchable Online Bible
- Adventist Book Center
- Adventist Review
- Amazing Fact
- Biblical Research
- Ellen G. White Estate
- Free Powerpoint
- GVB
- Heritage Singers
- Inspirational & motivational pps
- It Is Written
- Kadnet
- Lifeway Research
- LLBN TV
- Maranatha
- Milis Advent-Indonesia
- National Geographic:Photography
- New Life Ministry
- Official SDA TV station
- Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa Dalam format PowerPoint
- Sermon Illustrations
- Short Devotional
- SSD
- WAO
- Youtube

